MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah Amerika Serikat. Selain jumlah penduduknya yang besar, luasnya negara kepulauan dan tidak meratanya penduduk membuat Indonesia semakin banyak mengalami permasalahan terkait dengan hal kependudukan.
Faktor geografi, tingkat migrasi, struktur kependudukan di Indonesia dll, membuat masalah kependudukan semakin kompleks dan juga menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus guna kepentingan pembangunan manusia Indonesia. Adapun masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain:
A. Demografis
1. Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population)
Jumlah penduduk Indonesia
berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut
China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah
penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id).
![]() | |||
| Data Kependudukan di Indonesia http://hamimincore.blogdetik.com/2013/05/25/masalah-kependudukan-di-indonesia/ |
Jumlah penduduk yang besar
memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya.
Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas
dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah
Indonesia tidaklah bertambah.
2. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Terkait dengan jumlah
penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya.
Salah satunya adalah tingkat atau laju pertumbuhan penduduk.Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya.Dalam penentuan kebijakan
semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan
berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang
terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan
yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KB dan kini ditangani oleh BKKBN.
![]() |
| Tingkat Pertumbuhan Penduduk http://hamimincore.blogdetik.com/2013/05/25/masalah-kependudukan-di-indonesia/ |
Jika melihat grafik di atas,
dari tahun ke tahun tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia semakin
menurun. Pertambahan yang terjadi tidak terlalu tinggi daripada tahun
sebelumnya. Namun, alangkah lebih baik apabila persentase pertumbuhannya
semakin menurun hingga mencapai angka dibawah 1%. Dalam penggelompokkan
negara-negara, negara-negara maju selalu memiliki angka pertumbuhan
penduduk di bawah 1% atau bahkan 0%. Melihat dari jumlah penduduk
Indonesia yang tinggi, penekanan agar laju pertumbuhan penduduk dapat
menurun merupakan langkah yang baik guna menjaga kualitas sumber daya
manusia Indonesia.
3. Persebaran Penduduk Tidak Merata
Kepadatan penduduk adalah
jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang
dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.
Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk:
- Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
- Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
- Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
- Sumber air
- Perhubangan atau transportasi
- Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.
B. Non Demografis Bersifat Kualitatif
1. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah
Dalam hal kesehatan yang akan mejadi sorotan bagaimana gambaran tingkat kesehatan adalah angka kematian bayi. Besarnya kematian yeng terjadi menujukkan bagaimana kondisi lingkungan dan juga kesehatan pada masyarakat.
![]() |
| Angka Kematian Bayi http://hamimincore.blogdetik.com/2013/05/25/masalah-kependudukan-di-indonesia/ |
Dari data di atas dapat
dilihat bagaimana penurunan yang terjadi pada angka kematian bayi di
Indonesia yang dihitung berdasar jumlah kematian di setiap 1000
kelahiran per tahun. Penurunan ini menujukkan usaha untuk perbaikan
dalam bidang kesehatan terus saja diupayakan guna meningkatkan kualitas
hidup manusia Indonsia. Berbagai layanan kesehata yang dibuka seperti
imunisasi dan juga posyandu tentunya menjadi harapan guna memperbaiki
kondisi kesehatan yang ada saat ini.Sebagai tambahan, terdapat
tabel yang menujukkan bagaimana kondisi status gizi buruk yang ada di
Indonesia tahun 1998-2003. Pemenuhan Gizi yang baik tentunya akan sangat
berpengaruh pada kesehatan jika dikaitkan dengan kemampuan bayi untuk
bertahan dari penyakit. Kebutuhan akan gizi yang terpenuhi akan
meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kebal terhadap penyakit.
Dari grafik di bawah ini, masih banyak terdapat balita yang mengalami
gizi kurang bahkan gizi buruk. Hal ini menujukkan bahwa perbaikan dalam
hal kesehatan masih perlu dilakukan.
http://hamimincore.blogdetik.com/2013/05/25/masalah-kependudukan-di-indonesia/
2. Pendidikan Yang Rendah
Kesadaran masyarakat akan pendidikan
di Indonesia masih tergolong rendah. Dari UU yang dikeluarkan pun
terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas 9 tahun
sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya.
Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya
terlaksana dan tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih
belum terjangkau oleh berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human
Development Indeks) tahun 2011 pun rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di Indonesia.
http://hamimincore.blogdetik.com/2013/05/25/masalah-kependudukan-di-indonesia/
Jika diamati, kondisi ini sangat memprihatinkan. Tingkat pendidikan
diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga
pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah
membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.
3. Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin
http://hamimincore.blogdetik.com/2013/05/25/masalah-kependudukan-di-indonesia/
Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut PBB
namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di
bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan lagi, Indonesia merupkan
negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar dari Sabang sampai
Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana kemiskinan
menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.Semakin tinggi kualitas SDM
penduduk, semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya. Ini dibuktikan oleh
negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran
penduduknya tinggi sperti Jepang. Kurangnya perhatian terhadap SDM
Indonesia menjadikan rakyat banyak yang menderita. Seharusnya kenyataan
ini menjadikan dasar pertimbangan kebenaran UUD pasal 33. Dalam hal ini
tetap kemakmuran rakyat merupakan hal utama yang harus di perhatikan
demi terciptanya Indonesia yang merdeka seutuhnya.
C. Solusi
Untuk mencapai pemerataan
dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka salah satu jalan dalam
mengatasi masalah kependudukan ialah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan
perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam wilayah
Indonesia umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi
berasal dari Jawa, Madura, dan Bali, mereka biasanya ditempatkan di
Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan di bagian
Nusantara yang masih jarang penduduk.
Cara lain mengatasi Kependudukan:
- melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran.
- menunda masa perkawinan.
- penambahan dan penciptaan lapangan kerja,
- meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan.
- mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi.
- meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.


